الثلاثاء، 4 ديسمبر، 2012


Text Box: HITAMDeburan ombak sampai juga ke tubuhku, nafasku terhela  merasakan tubuh ini tidak terbakar lagi. Burung-burung berterbangan, dan anginpun menyapaku. Perlahan matahari pergi dari dimana ku terbaring. Bulan pun dating menghampiriku dan mengajakku ke suatu tempat. Ku mulai berdiri, mencoba mengangkat tubuhku ini, berjalan tertatih-tatih mengikuti arah bulan, sampailah aku pada suatu tempat. Tempat itu perna ku mengenalnya, tempat itu pernah ku pijakkan, suasana yang tenteram, nyaman, dan sejuk. Ku melihat ke kiri, ke kanan, kebawah, dan ketika ku melihat ke atas awan itu tersenyum seraya berkata inilah tempat jawabanmu, pergilah kau membasuh tubuhmu yang kotor itu, pakailah pakaian suci itu sebagai pelindung auratmu, dan bawalah sajadah ini ke tempat itu lalu shalatlah kamu meminta ampun kepada Sang Gustimu. Tersadar  dan terbangun aku saat itu pula. Ku mulai membersihkan tubuhku yang penuh dengan pasir.  Lalu, ku bersuci dengan berwudhu, lalu ku pakai mukena dan mulai ku langkahkan kaki ku kea rah sajadah dan mulai ku mengucap takbir ALLAHU AKBAR, ketika itu hatiku menangis, ku bisa mengingat Gustiku lagi, mencari jalan kehidupan sebenarnya.Gusti, atas izinmu ku kembali kepadamu, jalanmu lebih terang daripada sinar kehidupan, sinar-Mu yang bisa membuka mata hatiku untuk selalu berada di Jalan-Mu. Takkan ada kehidupan jika engkau tak menghargai Tuhan-Mu, Berbanggalah karena Tuhan-Mu selalu menolong hambanya saat gelap ataupun terang.